Dalihan Na Tolu
Masyarakat Batak adalah salah satu masyarakat yang memiliki banyak keunikan mulai dari bahasa, sistem perkawinan, sistem kekerabatan dan falsafah hidup yang dijunjung tinggi yaitu “Dalihan Na Tolu”.
Salah satu keunikan orang batak juga dapat dilihat dari Pepatah atau umpasa yang merupakan karya agung leluhur orang batak, yaitu: “Ompunta naparjolo martungkot sialagundi. Adat napinungka ni naparjolo sipaihut-ihut on ni na parpudi’.Oleh karena itu kekerabatan orang batak dilaksanakan atas pepatah tersebut di atas dan diimplementasikan melalui falsafah “Dalihan Na Tolu”, yang dapat diuraikan sebagai berikut : Somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru. Angka na so somba marhula-hula siraraonma gadongna, molo so Manat mardongan tubu, natajom ma adopanna, jala molo so elek marboru, andurabionma tarusanna.
Sehubungan dengan falsafah Dalihan Na Tolu dalam menjaga kekerabatan tetap terpelihara, maka Perkumpulan Hutanamora Pakpahan dan Boru Jabodetabek berupaya menuangkannya dalam Anggran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Tentunya kami menyadari betul bahwa banyak keterbatasan kami dalam berinteraksi dengan sesama anggota Perkumpulan. Oleh karena itu, dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami akan berupaya menjaga karya agung leluhur kami dan menetapkannya dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) ini.
Disertai keikhlasan dan dengan penuh kesadaran
kami akan laksanakan AD/ART ini untuk mewujudkan insan yang berbudi luhur dan
berbudaya serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan keluarga Besar Pomparan
Hutanamora Pakpahan dan Boru Jabodetabek.